FGD

FGD; Kemenkeu Satu, Kemenkeu Terpercaya

FGD; Kemenkeu Satu, Kemenkeu Terpercaya

Pekanbaru, 25 Juni 2021
 
Bea Cukai Pekanbaru laksanakan Forum Group Discussion (FGD) yang diikuti oleh seluruh pegawai secara daring di tempat masing-masing. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Bea Cukai Pekanbaru, Prijo Andono. Dalam penyampaian materinya, Beliau menyampaikan bahwa FGD ini sangat penting untuk dilaksanakan agar seluruh pegawai dapat memahami institusi Kementerian Keuangan secara menyeluruh.
 
Sebagai pegawai yang berada di bawah institusi Kementerian Keuangan, Setiap individu harus memiliki rasa sebagai satu keluarga Kementerian Keuangan untuk mewujudkan organisasi Kemenkeu yang terpercaya. Rasa Kekeluargaan tersebut akan menjadi pondasi awal bagi setiap institusi Kementerian Keuangan untuk saling bersinergi dalam menjalankan tugas.
 
Setiap individu di Kementerian Keuangan harus menumbuhkan budaya Kerjasama, mengurangi ego secara individu, unit maupun institusi. Seluruh Institusi di Kemenkeu memiliki tugas dan fungsinya masing-masing, Dengan meningkatkan fokus terhadap tugas dan fungsi setiap institusi serta rasa kepedulian terhadap institusi lain di Kementerian Keuangan akan mewujudkan Kemenkeu Terpercaya, Terpercaya oleh Rakyat.
 
Setelah penyampaian materi, FGD diakhiri dengan diskusi bersama antar pegawai, menyampaikan pertanyaan dan penyampaian pendapat oleh setiap pegawai terhadap materi yang telah disampaikan.
199664157_770454940316253_4591264364277227024_n

Bea Cukai Pekanbaru Pantau HJE dan HTP sampai ke Pelosok

Bea Cukai Pekanbaru Pantau HJE dan HTP sampai ke Pelosok

Pekanbaru, 24 Juni 2021
 
Bea Cukai Pekanbaru laksanakan pemantauan Harga Transaksi Pasar (HTP) atau Harga Jual Eceran (HJE) rokok di beberapa wilayah di bawah pengawasan Bea Cukai Pekanbaru. Monitoring HJE merupakan kegiatan untuk melakukan pemantauan terhadap harga jual eceran Hasil Tembakau (HT) yang dijual di Masyarakat. Mulai tanggal 16 Juni 2021 sampai dengan 22 Juni 2021 petugas Bea Cukai Pekanbaru melaksanakan pemantauan HTP di 6 kecamatan yaitu Kecamatan Kerinci Kanan dan Sungai Mandau Kabupaaten Siak, Kecamatan Rumbio Jaya, Kampar Kiri Hulu dan Bangkinang Kabupaten Kampar dan Kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru.
 
Pemantaun HTP dilakukan dengan pendataan harga jual eceran rokok tiap merk/jenis hasil tembakau pada setiap toko, sekaligus sosialisasi terkait ciri-ciri rokok illegal kepada pemilik toko. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memastikan harga transaksi pasar tidak melebihi harga jual eceran produk hasil tembakau yang telah di tetapkan pada pita cukai yang melekat serta mengkampanyekan gerakan Gempur Rokok Ilegal kepada masyarakat.
 
Kegiatan monitoring HTP ini dilaksanakan tiga bulan sekali di daerah tertentu yang lokasinya ditentukan oleh Direktorat Teknis dan Fasilitas Cukai Kantor Pusat DJBC. Petugas dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai kemudian melaporkan hasil rekapitulasi data monitoring ke Kantor Pusat DJBC untuk dilakukan analisa harga transaksi pasar secara nasional.
 
Monitoring HTP juga merupakan momen yang pas dan efektif untuk menyosialisasikan ciri rokok illegal kepda pemilik toko. Diharapkan dari pemilik toko selanjutnya dapat menyosialisasikan kepada masyarakat yang di sekitarnya terutama kepada pelanggan yang datang ke tokonya. Sosialisasi rokok illegal ini tidak ada habisnya dan akan terus dilaksanakan dalam berbagai kesempatan. Selain sangat merugikan negara dan produsen rokok yang patuh, rokok illegal juga dapat membahayakan konsumennya karena mengandung bahan-bahan yang belum jelas komposisi dan kandungannya.
 
Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, selain kewajiban dalam pemantauan harga transaksi pasar juga dapat memberikan edukasi secara langsung kepada masyarakat terkait rokok illegal dan tentunya kedua hal ini memiliki tujuan yang sama yaitu pemulihan ekonomi nasional yang dapat terwujud.
 
195357310_769055227122891_5141613438633443359_n

Bea Cukai Pekanbaru Laksanakan Operasi Pasar Hingga Ke Koto Gadang Kabupaten Kampar

Bea Cukai Pekanbaru Laksanakan Operasi Pasar Hingga Ke Koto Gadang Kabupaten Kampar

(Pekanbaru – 21 Juni 2021)
 
Bea Cukai Pekanbaru semakin gencar melakukan operasi pasar di berbagai daerah. Kali ini, wilayah sekitar Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar menjadi tempat berlangsungnya operasi pasar. Operasi pasar ini dilakukan pada tanggal 15 hingga 17 Juni 2021. Beranggotakan 9 petugas, Bea Cukai Pekanbaru laksanakan operasi pasar sekaligus sosialisasi di beberapa tempat. Petugas melakukan pengecekan stok rokok yang sedang dijual oleh para pedagang rokok eceran serta mensosialisasikan terkait karakteristik rokok ilegal agar tidak dijual. Pelaksanaan operasi pasar ini dilakukan sebagai upaya untuk memberantas barang kena cukai ilegal yang disalurkan oleh para penyelundup rokok ilegal melalui para pedagang eceran.
 
Pada pelaksanaan operasi pasar ini, Bea Cukai Pekanbaru bersinergi dengan dinas daerah setempat. Didampingi oleh perwakilan dinas setempat dan beberapa petugas satpol PP, Bea Cukai Pekanbaru mendatangi beberapa toko yang menjual barang kena cukai berupa rokok. Petugas melakukan pemeriksaan dengan cara memastikan apakah pedagang tersebut memiliki dan menjual rokok ilegal atau legal, mewawancarai pedagang apakah pernah ditawarkan rokok ilegal, serta melakukan penindakan apabila kedapatan adanya rokok ilegal yang dijual di toko tersebut.
Selain melakukan pemeriksaan dan penindakan, Bea Cukai Pekanbaru juga melakukan sosisalisasi tentang himbauan untuk tidak menjual rokok ilegal kepada para pemiliki toko dan konsumen yang datang ke took saat pemeriksaan. Petugas menghimbau untuk tidak menerima tawaran dari para pengedar rokok ilegal meskipun ditawarkan harga yang murah. Petugas juga mengedukasi kepada masyarakat sekitar untuk bisa membedakan yang mana rokok ilegal dan rokok legal. Pelaksanaan operasi pasar ini diakhiri dengan menempelkan stiker bertuliskan ‘Gempur Rokok Ilegal’ sebagai tanda bahwa setiap took tersebut telah diperiksa dan diberikan sosialisasi oleh tim operasi pasar Bea Cukai Pekanbaru.
Pada operasi pasar kali ini, petugas mendapati peredaran sejumlah rokok ilegal yang dijual oleh beberapa toko. Sejumlah 7.700 batang rokok ilegal dengan beberapa merk dan pelanggaran diamankan oleh petugas Bea Cukai Pekanbaru. Petugas Bea Cukai Pekanbaru melakukan penarikan rokok ilegal tersebut untuk dibawa ke kantor disertai dengan surat bukti penindakan beserta kelengkapannya.
 
Masifnya pelaksanaan operasi pasar di berbagai daerah oleh petugas Bea Cukai dilakukan agar mempersempit ruang gerak beredarnya rokok yang tak membayar pungutan cukai kepada negara. Bea Cukai gencar melakukan berbagai upaya mulai dari penindakan para pengedar rokok ilegal hingga operasi pasar dan sosialisasi perdaran rokok ilegal ini semakin turun. Mari bersama meng-gempur rokok ilegal hingga ke akarnya. Jangan segan untuk melaporkan kepada petugas bea dan cukai apabila menemukan adanya peredaran rokok ilegal.
 
197673641_766453110716436_7754433781449543761_n

Bea Cukai Pekanbaru Mengadakan P2KP : Menulis Itu Mudah

Bea Cukai Pekanbaru Mengadakan P2KP : Menulis Itu Mudah

Pekanbaru, 16 Juni 2021

Bea Cukai Pekanbaru mengadakan Program Pengembangan Ketrampilan Pegawai atau (P2KP) pada Selasa 15 Juni 2021 oleh Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi. Kegiatan P2KP diikuti oleh seluruh Pegawai Bea Cukai Pekanbaru secara daring melalui aplikasi video conference. Mengambil tema “Menulis itu Mudah” Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi memaparkan materi penulisan berita untuk instansi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Dibuka oleh Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi dilanjutkan pemaparan materi, sesi tanya jawab dan pengerjaan Pos Tes. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan minat serta kemampuan pegawai dalam menulis. Tidak banyak diminati, namun kemampuan menulis dirasa cukup penting. Selain meningkatkan kreatifitas, menulis berita dapat menambah wawasan pegawai terkait penyusunan berita dan dapat dijadikan pegangan untuk memilah berita yang kita konsumsi sehari-hari.

Kemampuan menulis berita tidak hanya dikaitkan dengan kreatifitas penulis namun juga proses penyusunan dan perolehan informasi yang membutuhkan berbagai sumber dan referensi. Dibutuhkan wawasan luas dan koneksi. Teks berita kini menjadi konsumsi sehari-hari dengan adanya segala kemudahan teknologi, berita bisa diakses diberbagai platform. Tidak hanya media surat kabar saja yang dapat menerbitkan sebuah berita namun secara pribadi bahkan sampai muncul akun gosip yang memiliki banyak pengikut. Hal ini mengharuskan masyarakat untuk waspada dan pandai dalam memilah berita untuk dikonsumsi

192471051_764416274253453_8744827221234153867_n

Bea Cukai Pekanbaru Laksanakan Patroli Bersama Polairud Polres Siak dan KPLP Pekanbaru

Bea Cukai Pekanbaru Laksanakan Patroli Bersama Polairud Polres Siak dan KPLP Pekanbaru

Pekanbaru – 12 Juni 2021
 
Bea Cukai Pekanbaru laksanakan Patroli Gabungan bersama Polairud Polres Siak dan Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Pekanbaru. Patroli berlangsung selama 12 hari dimulai pada 8 Juni 2021 dan akan berakhir pada 19 Juni 2021 di perairan Sungai Siak provinsi Riau hingga laut pesisir timur Sumatera dengan menugaskan beberapa anggota petugas Bea Cukai Pekanbaru melalui surat perintah berlayar. Patroli ini dilaksanakan dalam rangka memperkuat sinergi hukum masing-masing instansi di laut.
Keiatan serupa juga dilaksnakan Bea Cukai Pekanbaru pada bulan sebelumnya sesuai dengan arahan dari Direktur Penindakan dan Penyidikan Kantor Pusat DJBC. Tidak hanya dilakukan oleh Bea Cukai Pekanbaru, operasi patroli laut bersama ini dilakukan secara serentak oleh kantor-kantor Bea Cukai yang berada di wilayah Sumatera.
 
Operasi patroli laut bersama ini memiliki tujuan untuk saling memperkuat sinergi dan koordinasi yang sudah ada antar instansi penegak hukum. Selain itu, patroli bersama ini juga memiliki fungsi berupa meningkatkan efektifitas pengawasan pada wilayah yang diawasi serta melakukan penindakan atas pelanggaran yang ditemukan.
Selama kegiatan patroli Bea Cukai Pekanbaru bersama Polairud Polres Siak dan KPLP Pekanbaru melakukan cheking atau pengecekan terhadap barang bawaan kapal dan wawancara kepada awak kapal. Masing-masing dari instansi baik dari petugas Bea Cukai Pekanbaru dan petugas Polairud melaksanakan tugasnya masing-masing sesuai dengan kewenangannya.
 
Bea Cukai Pekanbaru sebagai salah satu ujung tombak pegawasan perdagangan Internasional di wilayah Sumatera karena memiliki daerah pengawasan sepanjang Sungai Siak hingga pesisir timur Sumatera. Sinergi dengan aparat hukum lain dengan kegiatan patrol bersama ini menjadi suatu keharusan mengingat daerah pengawasan cukup luas dan strategis.
 
Dengan patroli bersama ini diharapkan dapat tercipta komunikasi dan kerjasama yang lebih baik dalam melindungi masyarakat dari masuknya barang-barang ilegal yang mengancam sektor industri dan kesehatan (pakaian bekas, rokok ilegal, miras ilegal, narkotika).
192229404_763797674315313_6658672413886263684_n

Cukai Plastik, Upaya Pemerintah Membatasi Pemakaian Plastik

Cukai Plastik, Upaya Pemerintah Membatasi Pemakaian Plastik

Pekanbaru, 11 Juni 2021
 
Bea Cukai Pekanbaru mengadakan sosialisasi cukai plastik kepada masyarakat di Pasar Bawah Pekanbaru pada hari Kamis 10 Juni 2021. Pada pelaksanaannya, Sosialisasi diberikan baik kepada masyarakat yang sedang berbelanja maupun yang sedang menjajakan barang dagangannya.
 
Sosialisasi diisi dengan penyampaian rancangan peraturan Cukai Plastik yang akan segera diberlakukan serta bahaya penggunaan kantong plastik dalam jumlah banyak dan terus menerus di kehidupan sehari-hari.
 
Kegiatan ini juga diisi dengan pembagian goody bag sebagai pengganti kantong plastik, kepada masyarakat di sekitar Pasar Bawah dengan harapan dapat mengurangi penggunaan plastik dengan menggunakan kantong yang dapat digunakan berkali-kali atau dengan bahan yang lebih ramah lingkungan.
Sosialisasi juga dilakukan dengan pembagian flyer yang berisi rancangan aturan cukai plastik dan tentang bahaya penggunaan plastik agar dapat menyebarkan informasi terserbut.
 
Pengenaan Cukai terhadap produk plastik merupakan salah satu upaya pemerintah dalam membatasi penggunaan plastik. Salah satu kriteria pengenaan Cukai terhadap plastik adalah bahwa plastik merupakan barang yang konsumsinya perlu dibatasi karena dapat merusak lingkungan hidup. Penggunaan plastik menjadi tidak ramah lingkungan karena penguraian dari sampah plastik yang membutuhkan waktu hingga ratusan tahun. Selain itu sampah plastik juga dapat menyebabkan pencemaran lingkungan serta membahayakan keberlangsungan hidup mahkluk hidup.
 
Dengan rencana Pemerintah yang akan mengenakan pungutan cukai terhadap penggunaan plastik sebesar Rp 200 per kantong plastik diharapkan dapat mengendalikan konsumsi masyarakat terhadap penggunaan plastik dan mendorong masyarakat untuk beralih kepada barang yang lebih ramah lingkungan.
Cukai plastik juga diharapkan dapat menambah penerimaan negara dari sektor perpajakan yang nantinya akan berdampak sangat positif bagi Pemulihan Ekonomi Nasional.